Terjemahan Bahasa Polandia–Indonesia: Langsung atau Melalui Bahasa Inggris?

terjemahan bahasa Polandia melalui bahasa Inggris

Jika tersedia penerjemah yang memahami kedua bahasa dan bidang teks, terjemahan langsung dari bahasa Polandia ke bahasa Indonesia umumnya menjadi pilihan yang lebih aman. Penerjemah bekerja berdasarkan teks asli sehingga dapat memeriksa konteks, istilah, dan maksud penulis tanpa bergantung pada penafsiran dalam bahasa lain.

Namun, penerjemahan melalui bahasa Inggris tidak selalu keliru. Metode ini dapat digunakan dalam proyek multibahasa, ketika perusahaan memiliki versi Inggris yang telah disetujui sebagai teks acuan, atau ketika penerjemah langsung dengan keahlian yang dibutuhkan sulit ditemukan.

Perbedaannya terletak pada alur kerja dan pengendalian risiko. Jika makna sudah berubah, disederhanakan, atau menjadi ambigu dalam versi Inggris, penerjemah bahasa Indonesia mungkin tidak dapat memulihkannya tanpa melihat teks Polandia.

Apa perbedaan terjemahan langsung dan melalui bahasa Inggris?

Dalam terjemahan langsung, teks dialihkan dari bahasa sumber asli ke bahasa sasaran tanpa menggunakan hasil terjemahan lain sebagai perantara:

Bahasa Polandia → bahasa Indonesia

Penerjemah membaca teks Polandia, memahami konteksnya, lalu menyampaikan makna tersebut secara natural dalam bahasa Indonesia.

Kata langsung tidak berarti menerjemahkan kata demi kata. Istilah ini juga tidak menunjukkan bahwa pekerjaan dilakukan dengan cepat atau secara lisan seperti dalam penjurubahasaan. Terjemahan langsung tetap memerlukan penyesuaian struktur kalimat, terminologi, gaya, dan tingkat formalitas.

Dalam terjemahan tidak langsung, bahasa lain digunakan sebagai bahasa perantara atau pivot language. Untuk pasangan bahasa Polandia–Indonesia, bahasa Inggris sering menjalankan fungsi tersebut:

Bahasa Polandia → bahasa Inggris → bahasa Indonesia

Penerjemah pada tahap kedua bekerja berdasarkan versi Inggris. Jika ia tidak memahami bahasa Polandia atau tidak memiliki akses ke teks asli, keputusan penerjemah pertama menjadi dasar bagi hasil akhir.

Dalam kajian penerjemahan, proses ini disebut indirect translation: terjemahan dibuat berdasarkan teks yang sebelumnya sudah diterjemahkan, bukan langsung berdasarkan sumber asli.

Bagaimana makna dapat berubah dalam dua tahap?

Setiap penerjemahan melibatkan pilihan. Penerjemah perlu menentukan arti istilah, hubungan antarkalimat, tingkat formalitas, dan padanan yang sesuai bagi pembaca.

Dalam penerjemahan melalui bahasa Inggris, pilihan tersebut dilakukan dua kali. Jika versi Inggris menghilangkan perbedaan makna yang terdapat dalam bahasa Polandia, penerjemah Indonesia menerima informasi yang sudah tidak lengkap.

Zaświadczenie: surat keterangan atau sertifikat?

Kata Polandia zaświadczenie biasanya mengacu pada dokumen yang mengonfirmasi suatu keadaan atau fakta. Padanan bahasa Indonesianya bergantung pada fungsi dokumen dan instansi yang menerbitkannya. Dalam banyak konteks, terjemahan yang sesuai adalah surat keterangan.

Jika kata tersebut diterjemahkan ke bahasa Inggris hanya sebagai certificate, penerjemah berikutnya mungkin memilih kata sertifikat:

zaświadczenie → certificate → sertifikat

Hasilnya terdengar masuk akal, tetapi belum tentu tepat. Dalam administrasi Indonesia, surat keterangan dan sertifikat tidak selalu mempunyai fungsi yang sama.

Penerjemah yang hanya menerima kata certificate mungkin tidak mengetahui jenis dokumen Polandia yang dimaksud. Makna yang sudah menjadi lebih umum pada tahap pertama sulit dipulihkan tanpa melihat sumber asli atau meminta penjelasan tambahan.

Urząd: kantor biasa atau instansi pemerintah?

Kata Polandia urząd biasanya merujuk pada kantor atau instansi pemerintah. Dalam bahasa Inggris, kata ini dapat diterjemahkan sebagai office, yang mempunyai cakupan makna lebih luas.

Perhatikan kalimat berikut:

Muszę załatwić tę sprawę w urzędzie.

Versi Inggrisnya dapat berbunyi:

I need to take care of this matter at the office.

Jika kalimat Inggris tersebut menjadi satu-satunya sumber, hasil terjemahan Indonesia mungkin berbunyi:

Saya harus mengurus hal ini di kantor.

Kalimat itu benar secara tata bahasa, tetapi konteks pemerintahan telah hilang. Pembaca dapat mengira bahwa orang tersebut akan mengurusnya di kantor tempat bekerja. Berdasarkan konteks Polandia, terjemahan yang lebih tepat mungkin berbunyi:

Saya harus mengurus hal ini di kantor pemerintahan.

Masalahnya bukan terletak pada kelancaran kalimat Indonesia, melainkan pada informasi yang menjadi kurang khusus setelah melewati bahasa Inggris.

Catatan arah sebaliknya

Risiko serupa muncul ketika menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Polandia. Kata dia tidak menunjukkan jenis kelamin. Jika pada tahap Indonesia–Inggris penerjemah memilih he, penerjemah bahasa Polandia dapat menggunakan bentuk laki-laki seolah-olah informasi tersebut terdapat dalam teks asli.

Bahasa perantara dapat menghilangkan informasi, tetapi juga dapat menambahkan penafsiran yang sebelumnya belum pasti.

Apakah terjemahan tidak langsung selalu lebih buruk?

Tidak selalu. Terjemahan langsung yang dikerjakan oleh orang tanpa kemampuan atau pengetahuan bidang yang memadai dapat lebih buruk daripada terjemahan tidak langsung yang dikelola dengan baik.

Penerjemahan melalui bahasa Inggris masih dapat menghasilkan teks yang tepat apabila:

  • versi Inggris dibuat dan diperiksa secara profesional;
  • penerjemah pada kedua tahap memahami bidang materi;
  • istilah penting ditentukan sejak awal;
  • penerjemah dapat mengajukan pertanyaan;
  • teks Polandia tetap tersedia sebagai bahan pemeriksaan;
  • hasil bahasa Indonesia dibandingkan dengan sumber asli.

Karena itu, jumlah bahasa dalam proses bukan satu-satunya penentu kualitas. Kompetensi penerjemah, akses terhadap konteks, pengelolaan terminologi, dan pemeriksaan akhir juga berpengaruh.

Meskipun demikian, setiap tahap tambahan menciptakan titik baru tempat makna dapat berubah. Kesalahan atau penyederhanaan dalam versi Inggris dapat diteruskan ke bahasa Indonesia, meskipun hasil akhirnya terdengar lancar.

Kapan bahasa Inggris dapat digunakan sebagai perantara?

Bahasa Inggris sering dipilih karena alasan praktis. Dalam proyek internasional, perusahaan dapat menyiapkan satu versi Inggris sebagai teks acuan, kemudian menerjemahkannya ke berbagai bahasa.

Penerjemahan melalui bahasa Inggris dapat dipertimbangkan ketika:

  • versi Inggris telah ditetapkan sebagai dokumen acuan resmi dalam proyek;
  • materi akan diterjemahkan ke banyak bahasa;
  • teks hanya dibutuhkan untuk pemahaman awal atau komunikasi internal berisiko rendah;
  • penerjemah langsung Polandia–Indonesia dengan spesialisasi yang diperlukan tidak tersedia;
  • terdapat proses untuk memeriksa hasil akhir terhadap teks Polandia.

Dalam kondisi tersebut, status versi Inggris harus jelas. Apakah teks itu merupakan naskah resmi yang telah disetujui, terjemahan profesional yang sudah diperiksa, atau hanya draf untuk membantu komunikasi?

Jika versi Inggris belum diverifikasi, kesalahan di dalamnya dapat diteruskan ke semua bahasa sasaran. Sebaliknya, jika perusahaan memang menjadikan versi Inggris sebagai naskah acuan, penggunaannya dapat menjadi keputusan pengelolaan proyek yang masuk akal.

Perbandingan terjemahan langsung dan melalui bahasa Inggris

AspekTerjemahan langsungMelalui bahasa Inggris
AlurPolandia → IndonesiaPolandia → Inggris → Indonesia
Dasar terjemahan akhirTeks Polandia asliVersi bahasa Inggris
Pengalihan maknaSatu tahapDua tahap
Akses ke konteks sumberLangsungDapat terbatas
Risiko kesalahan diteruskanLebih kecilLebih besar jika versi Inggris bermasalah
Ketersediaan penerjemahLebih terbatasBiasanya lebih mudah
Proyek multibahasaMemerlukan penerjemah untuk setiap pasangan bahasaDapat dikelola dari satu versi acuan
Pemeriksaan kualitasTerhadap teks PolandiaPada kedua tahap dan terhadap teks Polandia

Terjemahan langsung lebih disarankan ketika kesalahan dapat memengaruhi keputusan, kewajiban, reputasi, atau tindakan pembaca. Hal ini terutama berlaku pada dokumen administrasi, kontrak, komunikasi bisnis, materi publik, serta teks dengan terminologi khusus.

Terjemahan melalui bahasa Inggris lebih mudah dipertimbangkan untuk ringkasan internal, pemahaman awal, atau proyek multibahasa dengan naskah Inggris resmi. Tingkat pemeriksaannya tetap perlu disesuaikan dengan akibat yang dapat timbul jika hasilnya keliru.

Apakah menggunakan kamus Inggris berarti menerjemahkan secara tidak langsung?

Tidak.

Penerjemah bahasa Polandia–Indonesia dapat menggunakan kamus Polandia–Inggris, glosarium multibahasa, dokumen paralel, atau versi Inggris sebagai referensi tambahan. Prosesnya tetap merupakan terjemahan langsung selama penerjemah memahami teks Polandia dan mengambil keputusan berdasarkan sumber asli.

Perbedaannya terletak pada fungsi bahasa Inggris:

  • jika digunakan sebagai referensi tambahan, terjemahan tetap langsung;
  • jika versi Inggris menjadi satu-satunya dasar bagi teks Indonesia, prosesnya tidak langsung.

Jika Anda mempertimbangkan penggunaan aplikasi atau model AI untuk menerjemahkan teks, baca juga pembahasan tentang akurasi Google Translate dan alat AI untuk bahasa Polandia.

Empat pertanyaan sebelum menyetujui proses penerjemahan

Jika penyedia jasa akan menggunakan bahasa Inggris sebagai perantara, tanyakan:

  1. Teks mana yang akan menjadi sumber sebenarnya bagi penerjemah bahasa Indonesia?
  2. Siapa yang membuat dan memeriksa versi bahasa Inggris?
  3. Apakah hasil akhir akan dibandingkan dengan teks Polandia asli?
  4. Siapa yang bertanggung jawab menjaga konsistensi istilah pada kedua tahap?

Jawaban yang jelas membantu Anda mengetahui apakah penggunaan bahasa Inggris hanya mempermudah pembagian pekerjaan atau merupakan bagian dari proses yang benar-benar terkontrol.

Untuk menilai pengalaman, ruang lingkup layanan, kerahasiaan, dan cara kerja penyedia jasa, baca panduan cara memilih penerjemah bahasa Polandia yang tepat.

Jadi, mana yang sebaiknya dipilih?

Jika tersedia penerjemah yang memahami bahasa Polandia, bahasa Indonesia, dan bidang materi, terjemahan langsung umumnya menjadi pilihan pertama. Penerjemah dapat memeriksa istilah, konteks, dan nuansa berdasarkan teks asli, tanpa bergantung sepenuhnya pada versi bahasa lain.

Bahasa Inggris tetap dapat digunakan sebagai perantara jika keadaan proyek memang membutuhkannya. Namun, versi Inggris harus mempunyai status yang jelas, terminologi perlu dikelola pada kedua tahap, dan hasil akhir sebaiknya dapat diperiksa terhadap sumber Polandia.

Prinsip praktisnya sederhana:

Semakin besar akibat dari kesalahan, semakin penting akses langsung ke teks asli.

Polandnesia menyediakan layanan penerjemahan bahasa Polandia–Indonesia untuk materi pribadi dan profesional. Setiap proyek diperiksa berdasarkan arah bahasa, tujuan penggunaan, jenis materi, terminologi, dan kebutuhan pembaca.

Sumber acuan

  • Pięta, H., Indirect Translation, dalam: Y. Gambier i L. van Doorslaer (red.),
  • Handbook of Translation Studies, t. 5, s. 113–119, John Benjamins, 2021. Zou, L., Saeedi, A. i Carl, M.,
  • Investigating the Impact of Different Pivot Languages on Translation Quality, Association for Machine Translation in the Americas, 2022. Davier, L. dkk.,
  • Studying Indirect Translation: A Conversation with and between L. Davier, M. Marin-Lacarta and F. Pöchhacker, Perspectives: Studies in Translation Theory and Practice, 31(5), 822–838, 2023.
  • Wielki słownik języka polskiego PAN, zaświadczenie.
  • Wielki słownik języka polskiego PAN, urząd – instytucja.

Jelajahi kategori di bawah ini dan pilih topik yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini.